Sabtu, 26 November 2016

AKBP Brotoseno jadi Tersangka

·   0

Jakarta - Pimpinan KPK mengaku menyesal dengan ditangkapnya Kanit III Direktorat Tipikor Bareskrim Polri AKBP Raden Brotoseno. Ia ditangkap karena diduga menerima suap sebesar Rp 1,9 miliar terkait penanganan perkara dugaan korupsi cetak sawah.

"Dengan tertangkapnya saudara B, kita tentu saja sangat menyesalkan, sangat sangat menyesalkan," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Plaza Festival, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, 18 November 2016.

Alex mengatakan, seharusnya Brotoseno yang pernah menjadi penyidik KPK membawa nilai-nilai antikorupsi ketika ia kembali ke Polri. Sebab, lanjutnya, nilai itu sudah dibina selama seseorang menjadi pegawai KPK.
AKBP Brotoseno. (Foto: detik.com) 
Alex juga menambahkan, masyarakat juga mengharapkan alumni KPK dapat menularkan nilai-nilai antikorupsi. Sehingga alumni KOK dapat menjadi agen perubahan.

"Sebetulnya alumni KPK, siapa pun dia, kita harapkan biar dari kalangan pemerintah atau BPKP atau kementerian, dia itu ke sana atau instansi lain, harusnya membawa nilai-nilai pro-antikorupsi. Itu yang kami harapkan. Dia menjadi agen perubahan dari asal muasalnya," tutur Alex.

Dan juga Alex mengatakan, atas harapan masyarakat tersebut, KPK terus menanamkan sikap antikorupsi ke para pegawainya. Dukungan masyarakat menjadi kekuatan dari KPK dalam melakukan pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Kita terus menanamkan ke pegawai KPK bahwa kita ini jadi harapan masyarakat. Kita ini mempunyai kekuatan karena dukungan masyarakat," ujar Alex.

"Kita selalu sadarkan, sekali kita terpeleset, habis KPK. Supaya apa? Supaya semua pegawai KPK dari semua kalangan dari atas sampai bawah selalu berpikir itu," lanjutnya. (nsr)
(Sumber: detik.com)

Subscribe to this Blog via Email :